logo Kompas.id
Politik & HukumIntegritas Pemilu Dimulai dari...

Integritas Pemilu Dimulai dari Penyelenggara

Proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 disebut sebagai pintu gerbang untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang berintegritas.

Oleh
PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/rvaXYQ348NpMUiKXMjdJNXgtPd4=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F04%2F20190417_ENGLISH-TAJUK_C_web_1555513641.jpg
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Warga memasukkan surat suara ke kotak suara di Tempat Pemungutan Suara 30 Kelurahan Cibodasari, Cibodas, Tangerang, Banten, dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Penyelenggara pemilu berpengaruh besar terhadap proses pemilu yang berintegritas. Banyaknya penyelenggara pemilu yang terjerat kasus korupsi dan pelanggaran kode etik di masa lalu menjadi tantangan besar bagi Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu periode 2022-2027 untuk melahirkan anggota yang berintegritas.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti Rivai Kusumanegara mengungkapkan, berdasarkan data yang ia kumpulkan dari berita nasional dan direktori putusan sejak 2014 hingga 2020, setiap tahun selalu ada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terjerat korupsi.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan