logo Kompas.id
CerpenPulang ke Kampung Gedong

Pulang ke Kampung Gedong

Kala itu kau bercerita bahwa menjadi kuli tambang tidak akan dapat memberimu banyak harapan, lebih-lebih ada larangan bagi orang Tionghoa.

Oleh Angga T Sanjaya
· 1 menit baca

Kau duduk di atas kursi kayu, di depan ruko sembako yang menganga layaknya sebuah mata. Pandanganmu menjarah jalanan kampung Gedong yang memanjang layaknya tahun-tahun yang rebah. Orang-orang lalu-lalang, melintas dalam berbagai urusan.

”Koh Liang.” Seseorang tiba memecah lamunan. Seperti kebanyakan orang-orang Hakka di Kampung Gedong, sehari-hari, kau bercakap dalam dialek Khek, meski seingatku, kau juga sedikit banyak mengertí kalau-kalau orang mengajakmu bicara dengan bahasa Indonesia.

”Ada sabun mandi?”

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Maria Susy Berindra
Memuat data..