Memuat data...

Anak-anak datang dan pergi. Yang lama terbang hambur dari kampung tepi sungai, tapi yang baru akan tiba lagi. Terus begitu, hingga mata penjahit itu kian menua. Pinggangnya sudah rapuh digasak batu ginjal.

Memuat data...

Suatu kali, aku melihat mobil hitam besar memuntahkan pria-pria berseragam yang mencangklong laras panjang. Mobil itu dibuntuti truk besar bermuatan puluhan orang.

Bebas Akses

Air Mata yang Sangat Tua

Cerpen ·
Memuat data...

Di masa muda, berkali-kali aku jatuh cinta kepada seseorang. Tentu saja aku berpikir untuk menikah dengan mereka, tetapi menikah tidaklah segampang bercumbu.

Memuat data...

Sejak jadi ketua kampung, tiba-tiba ada perubahan pada sekian kepala warga yang ditatap Buyung. Mula-mula, perubahan itu membuat Buyung kelabakan. Antara percaya dan tidak, Buyung harus menerima sebuah kenyataan.

Bebas Akses

Air Kendi

Cerpen ·
Memuat data...

Pesta pernikahan putra sulung betul-betul kami gelar dengan sederhana dan merakyat. Di tiap meja tamu tersaji air kendi, singkong rebus, dan singkong goreng.

Sang Penyair

Cerpen ·
Memuat data...

Jika siang, sang penyair akan membacakan puisi tentang pahlawan, dewa, atau sang raja.

Memuat data...

Tembakan terdengar lagi dan pada waktu bersamaan  terdengar keras jeritan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” dari toko elektronik di seberang pusat perbelanjaan.

Memuat data...

Tokoh Kamu tetap berusaha untuk meyakinkan diri bahwa ketakutan orangtuanya lantaran Tokoh Kamu dan istrinya mendapat hitungan sial itu tidak akan pernah terjadi.

Memuat data...

Tanpa aku berkata apa pun, aku yakin Tuwut tahu apa yang kurasakan. Tuwut memelukku. Daun-daunnya merapat, menghangatkan tubuhku di udara dingin malam. Dari sini, aku mendengar jeritan Mami dan Papi.

Memuat data...

Si tukang daging baik hati lalu menguliti binatang itu, memotongnya beberapa bagian, lalu tangan seorang perempuan menerimanya untuk dimasak menjadi gulai.