Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Di era ketika penggunaan bahasa semakin terstruktur dan terpola, kalimat yang mengandung dua kata hubung ”meski-tetapi” tetap ditemukan. Bolehkah kita menggunakan ”meski-tetapi” dalam satu tuturan kalimat?

Salib dan Salip

Opini ·
Memuat data...

Kata ”salip” dan ”salib” kerap tertukar dalam pemakaian bahasa. Di beberapa toko daring, konsumen malah disuguhi kata ”salip”, padahal seharusnya ”salib”. Waspada, salah huruf bisa salah makna.

Memuat data...

Salah satu kata yang tidak tepat karena tidak mengikuti aturan pembentukan kata adalah ”dikarenakan”. Kata ini merupakan bentuk yang tidak baku dan sebaiknya tidak digunakan dalam penulisan.

Memuat data...

Penulisan gabungan kata atau frasa ”tidak menutup kemungkinan” terdapat di banyak media. Kecermatan penggunaannya sangat diperlukan. Jika tidak, kalimat menjadi taksa, multitafsir, dan meragukan.

Memuat data...

Inversi berarti pembalikan susunan atau posisi dari kelazimannya. Kalimat inversi didefinisikan sebagai kalimat yang predikatnya mendahului subyek atau, dengan kata lain, posisi predikat berada di awal kalimat.

Memuat data...

Ada gejala memaksakan pengindonesiaan kata asing dengan menuliskan sesuai dengan bunyinya, seperti ”skrining” dan ”risen”. Padahal, kita lazim memakai kata ”penapisan” untuk ”screening” dan ”terbaru” untuk ”recent”.

Aku Cinta kepada Kamu

Opini ·
Memuat data...

Kata ”pada” dan ”kepada” adalah dua kata yang berbeda, baik secara arti maupun fungsi. Jika salah menggunakannya, kalimat bisa menjadi rancu. Misalnya, pada kalimat "Aku cinta padamu".

Memuat data...

Kata ”sempat” kerap muncul dalam tulisan. Malah, dalam tulisan yang tidak memerlukannya, kata itu juga muncul. Sebetulnya perlukah kita menggunakan kata ”sempat”?

Memuat data...

Kata ”memvaksin” dan ”memvaksinasi” bersaingan dalam penggunaan bahasa. Dua bentuk seperti ini kadang membingungkan pemakai bahasa. Meski penjelasan atas kedua hal itu tidak ditemukan dalam KBBI, KBBI tetap jadi patokan.

Memuat data...

Saltik atau salah tik dapat ditemukan di banyak jenis tulisan. Penyebabnya bisa macam-macam. Keengganan membaca ulang tulisan merupakan penyebab utama. Padahal, tulisan yang baik adalah tulisan yang nirkesalahan.

Halaman 1