logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Kata ”baru” yang diperkenalkan atau kata lama yang belum diakrabi publik secara luas bisa diterima, bisa pula ditolak, terpulang kepada mayoritas pengguna bahasa Indonesia.

Memuat data...

Berbagai cara dilakukan generasi muda untuk merawat kecakapan berbahasa Indonesia. Merawat kecakapan berbahasa tak cukup sekadar mengetahui tata bahasa. Bahasa harus dinikmati oleh penggunanya.

Memuat data...

Kata ”pebalap” dan ”orangtua” di harian ”Kompas”, menurut KBBI ditulis pembalap dan orang tua (dengan spasi). Apakah ”Kompas” punya alasan tersendiri?

Memuat data...

Kata kluster sudah digunakan sejak 1993. Namun, KBBI memilih klaster sebagai lema beberapa tahun kemudian (2012). Di kalangan media massa dan pemakai bahasa muncul dua versi. Jadi, kluster atau klaster yang lebih tepat?

Memuat data...

Komunitas kreatif di Bali membuat terobosan dengan meluncurkan layanan buku suara melalui audiobookportal.com. Melalui layanan buku suara, karya sastra dialihwahanakan ke suara dengan ilustrasi musik dan efek lainnya.

Memuat data...

Sebelum didapuk sebagai salah satu elemen protokol kesehatan melawan virus korona, frase ”jaga jarak” hanyalah sebentuk cakapan sehari-hari—seperti halnya jaga kebersihan.

Memuat data...

Saat ini, banyak anak muda yang getol mengenalkan bahasa daerahnya melalui lagu. Mereka membuat lagu bahasa daerah yang mudah dimengerti sekaligus diikuti para penggemar musik.

Memuat data...

Ulasan di bawah ini menunjukkan bagaimana Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kamus induk terombang-ambing antara penerapan kosakata Belanda dan Inggris.

Memuat data...

Seseorang yang belum saya kenal menyeru di media sosial: ”Mas André, tolong bantu lacak asal kata pramugari/pramugara.”

Memuat data...

Kata ”virtual” seakan sedang dirayakan karena terlalu kerap disebut. Pertemuan ”virtual”, halalbihalal ”virtual”, atau belajar ”virtual”. Apa sesungguhnya makna ”virtual”? Kenapa kata ini dicomot ke bahasa Indonesia?

Halaman 1