logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊDemokrasi Digelayuti Masalah...
Iklan

Demokrasi Digelayuti Masalah Korupsi

Peringatan Hari Demokrasi Internasional jadi momentum meninjau kembali hubungan negara dan warganya. Korupsi dipandang menjadi penghambat paling besar bagi jalannya demokrasi. Di sini, partisipasi publik dinanti.

Oleh
Arita Nugraheni/Litbang Kompas
Β· 1 menit baca
Warga berswafoto dengan latar gapura hias di sekitar TPS 44, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara pada Pemilihan Presiden, Rabu (17/4/2019).
KOMPAS/RIZA FATHONI

Warga berswafoto dengan latar gapura hias di sekitar TPS 44, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara pada Pemilihan Presiden, Rabu (17/4/2019).

Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September menjadi rambu untuk mendorong pemerintah memperkuat dan mengkonsolidasikan demokrasi. Indonesia perlu fokus menghadapi tantangan mensinergikan peran pemerintah, lembaga politik, dan masyarakat sipil. Harapannya, Indonesia dapat menjadi negara yang memiliki kualitas demokrasi unggul di mata dunia.

Jajak pendapat Kompas pada awal September 2022 ini merekam kebanggaan publik pada kualitas demokrasi Indonesia. Separuh responden menilai demokrasi Indonesia relatif sudah baik dan layak sejajar dengan negara-negara di Asia Tenggara. Sebagian besar dari kelompok ini bahkan menyebut kualitas demokrasi di tanah air lebih baik dibandingkan negara-negara sahabat.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan