logo Kompas.id
Politik & HukumBawaslu Antisipasi Pencurian...
Iklan

Bawaslu Antisipasi Pencurian Data Pemilu

Serangan siber rentan terjadi. Bawaslu di sejumlah daerah pernah menerima serangan siber. Sebanyak 116 serangan berimbas pada kerja-kerja Bawaslu.

Oleh
IQBAL BASYARI
· 2 menit baca
Anggota Bawaslu, Puadi (tengah), meresmikan Tim Tanggap Insiden Siber (Bawaslu CSIRT) di Jakarta, Senin (13/3/2023).
KOMPAS/IQBAL BASYARI

Anggota Bawaslu, Puadi (tengah), meresmikan Tim Tanggap Insiden Siber (Bawaslu CSIRT) di Jakarta, Senin (13/3/2023).

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengawas Pemilu membentuk Tim Tanggap Insiden Siber untuk mengantisipasi potensi pencurian data pemilu. Sebab, serangan siber kepada penyelenggara pemilu tidak hanya bisa merusak sistem informasi dan mengganggu pelayanan publik, tetapi juga bisa menghilangkan data sehingga berpotensi menimbulkan kekacauan dan ketidakpercayaan publik.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Puadi, mengatakan, Tim Tanggap Insiden Siber Bawaslu CSIRT yang diresmikan di Jakarta, Senin (13/3/2023), merupakan salah satu upaya untuk melindungi sistem atau data. Tim tersebut juga bertugas memulihkan insiden keamanan siber yang terjadi di Bawaslu RI, Bawaslu provinsi, dan Bawaslu kabupaten/kota.

Editor:
ANTONIUS PONCO ANGGORO
Bagikan
Kantor Redaksi
Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan 26-28, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000