logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊRisiko Ekonomi Diantisipasi,...
Iklan

Risiko Ekonomi Diantisipasi, Pemerintah Siagakan Dana Cadangan

Kementerian dan lembaga akan didorong untuk membelanjakan sisa anggaran tahun ini dengan lebih selektif. Dana cadangan diharapkan bisa mengurangi penerbitan surat utang di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Oleh
agnes theodora
Β· 1 menit baca
Siluet anak berlatar gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2022). Pemerintah akan berupaya menekan belanja negara hingga akhir tahun ini. Sisa anggaran tahun 2022 akan disimpan untuk dipakai sebagai dana cadangan atau <i>cash buffer </i>pada APBN 2023 guna mengantisipasi ketidakpastian ekonomi yang diprediksi semakin tinggi tahun depan.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Siluet anak berlatar gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2022). Pemerintah akan berupaya menekan belanja negara hingga akhir tahun ini. Sisa anggaran tahun 2022 akan disimpan untuk dipakai sebagai dana cadangan atau cash buffer pada APBN 2023 guna mengantisipasi ketidakpastian ekonomi yang diprediksi semakin tinggi tahun depan.

JAKARTA, KOMPAS – Indonesia tidak lepas dari risiko pelambatan ekonomi global tahun depan. Di tengah ruang fiskal yang menyempit, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap akan dijadikan instrumen peredam guncangan. Pemerintah pun menyiagakan dana cadangan (cash buffer) serta mencermati berbagai opsi insentif untuk menjaga perekonomian domestik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (24/11/2022), mengatakan, volatilitas pasar keuangan global masih akan berlanjut sampai tahun depan seiring dengan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral negara maju yang turut berimbas pada kenaikan suku bunga acuan serta melemahnya nilai tukar mata uang negara berkembang terhadap dollar AS, termasuk Indonesia.

Editor:
MUHAMMAD FAJAR MARTA
Bagikan