logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊBBM dan Beras Picu Inflasi...
Iklan

BBM dan Beras Picu Inflasi Tinggi, Nelayan Paling Terdampak

Kenaikan inflasi akan berlanjut karena dampak kenaikan harga BBM masih akan berimbas ke sektor-sektor lain, temasuk pangan dan pangan olahan. Di sisi lain, kenaikan harga BBM dan beras mulai menggerus daya beli nelayan.

Oleh
Hendriyo Widi
Β· 1 menit baca
Suasana di salah satu sudut dalam Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022) pagi. Pada hari itu, Perum Bulog melakukan operasi pasar dengan menjual beras medium Rp 8.900 per kilogram guna menstabilkan harga beras yang trennya meningkat.
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Suasana di salah satu sudut dalam Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022) pagi. Pada hari itu, Perum Bulog melakukan operasi pasar dengan menjual beras medium Rp 8.900 per kilogram guna menstabilkan harga beras yang trennya meningkat.

JAKARTA, KOMPAS β€” Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM dan beras memicu inflasi tinggi pada September 2022. Nelayan menjadi kelompok paling rentan yang paling terimbas kenaikan harga komoditas energi dan pangan itu.

Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (3/10/2022), merilis, tingkat inflasi nasional pada September 2022 mencapai 1,17 persen secara bulanan dan 5,95 persen secara tahunan. Inflasi bulanan itu merupakan yang tertinggi sejak Desember 2014 yang inflasinya tercatat 2,46 persen, sementara inflasi tahunan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015 yang mencapai 6,25 persen.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan