logo Kompas.id
OpiniFenomena ”Lunchflation”
Iklan

Fenomena ”Lunchflation”

Indonesia masih jauh dari ”lubang” krisis pangan. Stok pangan pokok masih tersedia. Namun, hati-hati, inflasi dan garis kemiskinan sudah meningkat. Akankah ”lunchflation” sudah mulai melanda Indonesia?

Oleh
Hendriyo Widi
· 1 menit baca
Kotak makan kayu tiga sekat yang diproduksi Gendhis Goods
ARSIP ARI SUCI RAHAYU

Kotak makan kayu tiga sekat yang diproduksi Gendhis Goods

Harga sekotak makan siang di Korea Selatan naik 23 persen per Juni 2022. Saat ini, harga menu termurahnya 3.200 won atau sekitar 2,44 dollar AS. Hal itu membuat sebagian besar pekerja di Korea Selatan memilih membawa bekal makan ketimbang jajan di sekitar perkantoran.

Badan Konsumen Korea menyebutkan harga rata-rata nasional makanan di tingkat konsumen melonjak 6 persen secara tahunan sejak Juni 2022. Di Seoul, harga rata-rata jajangmyeon naik 10 persen, naengmyeon 5,5 persen, dan gimbap 7,8 persen dibandingkan Desember 2021 (The Korea Herald, 26/7/2022). Adapun Bank Korea memperkirakan setiap kenaikan harga produk pertanian impor sebesar 1 persen akan membuat harga makanan olahan naik 0,36 persen pada tahun depan.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan