logo Kompas.id
EkonomiLedakan Problem di Hulu

Ledakan Problem di Hulu

Lonjakan kasus harga gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) dua tahun terakhir mengindikasikan masalah serius di industri perberasan nasional. Stabilitas di hilir nyatanya bertolak belakang dengan di hulu.

Oleh
Mukhamad Kurniawan
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ynaBNRt7qlE2JAUsv5lBNFGimD8=/1024x614/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F11%2F39da0359-7c5a-434c-b130-f15eb0a45bfd_jpg.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Warga menunjukkan kartu keluarga sejahtera saat akan mengambil bantuan pangan nontunai (BPNT) yang disalurkan melalui e-warong di Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (11/11/2020).

Lima tahun lalu, pemerintah memutuskan bantuan pangan disalurkan secara nontunai setelah bertahun-tahun sebelumnya diberikan dalam wujud natura. Bantuan pangan nontunai diluncurkan agar penyaluran lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Program yang dikenal dengan bantuan pangan nontunai (BPNT) itu diharapkan memberikan keleluasaan bagi penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas, harga, dan tempat membeli bahan pangan. Program BPNT juga diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan kios, warung, dan toko yang terlibat dalam penyaluran.

Editor:
Nur Hidayati
Bagikan