logo Kompas.id
EkonomiGaung Talenta Masa Depan Menunggu Gayung Bersambut

Gaung Talenta Masa Depan Menunggu Gayung Bersambut

Aspirasi anak muda terkait UU Cipta Kerja penting didengarkan karena mereka akan jadi bagian dari struktur ketenagakerjaan di masa depan. Sejumlah elemen mahasiswa menggaungkan tuntuan terkait dampak regulasi itu.

Oleh M Paschalia Judith J
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SUCIPTO

Seorang mahasiswa mengenakan kaus bertuliskan kutipan dari penyair dan aktivis Widji Thukul saat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (9/11/2020).

Meski 51 peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah terbit, penolakan terhadap regulasi ”sapu jagat” itu tetap bergaung. Calon talenta yang menentang kehadiran UU Cipta Kerja ingin berkarya dan berkiprah dengan memegang prinsip-prinsip berkelanjutan (sustainability) dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Gagasan itu menyuarakan sudut pandang mahasiswa sebagai tenaga kerja masa depan. ”Kami memperkirakan, pada 20-30 tahun mendatang, UU Cipta Kerja akan memunculkan dampak buruknya. Ini adalah bentuk perjuangan kami dengan menciptakan gagasan yang timeless untuk masa depan dengan cara mengimajinasikan solusi yang dibutuhkan untuk menghadapi potensi dampak buruk tersebut,” tuturnya dalam wawancara khusus dengan Kompas.

Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..