logo Kompas.id
EkonomiIK-CEPA Ditandatangani, RI Jangan Hanya Jadi Pasar

IK-CEPA Ditandatangani, RI Jangan Hanya Jadi Pasar

Pasar yang semakin bebas dan terbuka membawa konsekuensi. Keterbukaan dagang dan globalisasi harus diiringi dengan jaminan perlindungan dan dukungan peningkatan daya saing terhadap industri dalam negeri, khususnya UMKM.

Oleh Agnes Theodora
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung-Hee menandatangani Deklarasi Bersama Penyelesaian Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif di Busan, Korea Selatan, Senin (25/11/2019). Penandatanganan disaksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

JAKARTA, KOMPAS — Semakin terbukanya pasar Indonesia di kancah perdagangan global harus diiringi dengan kesiapan daya saing serta perlindungan industri dalam negeri, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah. Tanpa upaya perbaikan dan perlindungan, Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak hanya akan dimanfaatkan sebagai pasar menggiurkan bagi produk negara-negara lain. 

Menuju pengujung tahun ini, perjanjian dagang internasional yang ditandatangani Indonesia semakin banyak jumlahnya. Pada Jumat (18/12/2020), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berkunjung ke Seoul, Korea Selatan (Korsel), untuk menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel Sung Yun-mo.  

Editor: Hendriyo Widi
Bagikan
Memuat data..