logo Kompas.id
β€Ί
Cerpenβ€ΊPedro dan Selembar Resep
Iklan

Pedro dan Selembar Resep

Selembar resep itu masih di genggaman Pedro. Matanya terus menatapi kertas berwarna putih dengan tulisan yang tak dimengerti olehnya.

Oleh
Alexander Robert Nainggolan
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/LJ7SOujJnMDx4YlNSa9veOtLdOA=/1024x1449/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2FUntitled-Artwork_1636676614.jpg

Seperti apakah warna kesedihan? Barangkali memang ia serupa dengan angin yang tak bisa diwarnai dengan nyata dan terang, namun dapat dirasakan. Kesedihan adalah rasa yang bertalu dan tumbuh di sepanjang tubuh. Ia menyekap di relung dada, menciptakan kehampaan yang panjang dan tak pernah bisa diukur. Dan akhirnya memang hanya menciptakan puluhan penyesalan. Penyesalan yang kerapkali datang begitu terlambat. Mungkin pula hanya Pedro yang mampu menguraikannya.

Demikianlah, maka saya pun coba menuliskan kisah itu. Tentang Pedro dan selembar kertas resep. Maafkanlah jika kisah ini berlompatan. Sebab terkadang  saya hanya mendengarnya selintas saja. Tentang kabar Pedro itu, hanya berupa fragmen-fragmen. Barangkali engkau dapat membacanya dengan utuh, setelah mengaitkan fragmen-fragmen tersebut. Sebuah kisah yang biasa saja dari orang yang juga biasa saja. Mungkin terjadi dekat dengan keseharian dirimu.

Editor:
Maria Susy Berindra
Bagikan