CerpenWabah

Wabah

Kau merasakan ketakutan itu kian menggunung di dadamu. Menurut kabar yang kau dengar, bayang-bayang kematian itu kian meluaskan selubungnya.

Oleh Dino Rawan Putra
· 2 menit baca

Kota ini adalah kota tak bernama, kota yang tiba-tiba dicekam ketakutan, dikungkung wabah penyakit mengerikan. Bayangan kematian seperti berkelebat setiap sudutnya, dan apa-apa yang tersentuh membusuk secepat angin mengantarkan kabar pada telepon genggam. Burung-burung menyanyikan duka cita tentang kecemasan yang merebak, dan langit menjadi lebih terang daripada biasanya, cerobong pabrik tak lagi mengepulkan asap. Orang-orang dipaksa mengisolasi diri. Detak jantung kota ini seperti tiba-tiba berhenti. Layaknya sebuah kapal, kota ini karam di perjalanan, dan sang kapten memerintahkan agar penumpang terjun ke laut; berenang sekuat tenaga untuk sampai ke tepi tanpa sekoci.

Kau merasakan ketakutan itu kian menggunung di dadamu. Menurut kabar yang kau dengar, bayang-bayang kematian itu kian meluaskan selubungnya. Wali kota mengimbau seluruh warga agar tetap tenang dan mengisolasi diri dari keramaian. Pasar ditutup, taman-taman kota dijaga. Kesepian melumat hidupmu bulat-bulat, dan setiap malam setelah itu tak ada lagi tempat yang bisa kau jajaki untuk mengusir segala kesepian yang tumbuh subur di hatimu. Kau terpaksa mengakrabi dinding kamar pengap itu dengan beberapa karung beras dan mi instan yang kau tumpuk di sudutnya.

Seminggu setelah itu kau merasakan sesuatu yang lain, kau tak lagi percaya tentang kabar-kabar yang menakutkan itu, kini bagimu kesepian jauh lebih menakutkan daripada kematian itu sendiri. Kau tak tahu lagi bagaimana melarung kesepian dalam kesendirian yang begitu pekat di lubuk hatimu. Tak ada teman yang benar-benar bisa membantumu dalam hal ini, tak seorang pun.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Maria Susy Berindra
Memuat data..