SastraCerpenKamar Mayat

CERPEN DIGITAL

Kamar Mayat

Kau tak berkata-kata, hanya menunggu. Petugas kamar jenazah ini terlihat menyebalkan di matamu, dia seolah mengulur waktu dan berusaha menikmati ketegangan, kecemasan, ketakutan dan berbagai rasa berkecambah di wajahmu.

Oleh Guntur Alam
· 1 menit baca

Di sinilah dirimu, di depan kamar mayat rumah sakit Kota P, kota tetangga yang berjarak sekitar 31 kilometer dari tempat tinggalmu. Kau sedikit ragu untuk melangkah, mengikuti petugas kamar mayat yang tadi menyambutmu tanpa senyum. Isi kepalamu berkecambuk. Kecemasan, rasa takut, keraguan juga kebingungan seperti kue beras dalam mangkuk yang terjatuh dan tumpah ruah, isinya meluber, saus pedasnya mengotori lantai. Tak ada yang bisa kau lakukan pada mangkuk kue beras dan isinya, selain membiarkannya berserakan.

Editor: Putu Fajar Arcana
Memuat data..