logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Bebas Akses

Kita Butuh Lebih Banyak Kucing

Cerpen ·
Memuat data...

Aku memutar ke belakang indekos. Hilang sudah niatku untuk mencari si penjambret.

Memuat data...

Karena sekeyakinannya, kekalahan dan kemenangan dalam sebuah perkelahian adalah keniscayaan. Dalam setiap kekalahannya, justru makin meneguhkan namanya sebagai persona yang tidak takut kalah.

Bebas Akses

Dolop

Cerpen ·
Memuat data...

Sungguh Burdah kapok melakukan hal seperti itu, tapi kini ia ingin berhenti karena mereka sudah mulai bermain fisik.

Memuat data...

Dexter adalah anak tunggal keluarga Battenberg, sepasang bangsawan yang sangat dihormati di Cadiff. Mereka menempati sebuah kastil tua di atas bukit. Terdapat dua belas kamar tidur.

Memuat data...

Om Aloy tidak menjawab teleponnya. Apa yang terjadi padanya? Mungkinkah dia tidak hanya marah pada teman-teman Jilu, tetapi juga pada Jilu?

Silentium

Cerpen ·
Memuat data...

Reykjavic menyambut kami dalam dingin namun hangat ketika bersama-sama dengan orang yang kita cinta. Kami pindah ke sana karena kemuakan yang besar pada Jakarta dan bukan karena unsur mania pada ibu kota negeri es ini.

Memuat data...

”Bunuh! Gantung!” Teriakan itu terus berhamburan. Suara paling lantang keluar dari mulut ayah Nurdin. Tangannya memegang sepotong kayu. Air mata Nurdin jatuh ketika menyaksikan kayu itu terayun-ayun.

Memuat data...

Hari ini, matahari sore masih terasa panas. Di depan kamp pengungsianku, aku duduk memandangi puluhan anak Vietnam.

Kebun Cengkeh

Cerpen ·
Memuat data...

Sarpono, nama teman ayah Hana yang menjadi cerita itu, ia merasa sudah ahli dan tidak bermaksud mengikat dirinya pada suatu penopang.

Memuat data...

Hari ini, kulihat kupu-kupu itu telah berubah warna. Ada warna merah jambu berbalut biru muda dengan garis keemasan di tepi tiap sayapnya. Aku tersentak, itu warna kesukaan ibuku.

Halaman 1