SastraCerpenKutang

CERPEN DIGITAL

Kutang

Tiga hari ini, setiap melangkah ke belakang rumah, dua kutang itu masih ada di jemuran. Tiga hari ini aku memakai kutang. Tiga hari ini, kutang telah mendatangkan kebahagiaan di hatiku.

Oleh Risen Dhawuh Abdullah
· 1 menit baca

Ada sebuah momen mendebarkan yang hampir selalu muncul di setiap pagi. Setidaknya itu yang kami rasakan—anak-anak ibu yang perempuan. Di belakang rumahlah debar itu terasa. Dua kutang digantung pada tali jemuran. Terkadang bertemankan handuk atau beberapa potong pakaian. Terkadang benar-benar hanya dua kutang, seperti sepasang manusia yang berkencan. Warna kutang itu coklat, tapi telah memudar. Kokok ayam telah menjadi pertanda, akan ada yang bahagia, akan ada yang kecewa.

Editor: Putu Fajar Arcana
Memuat data..