logo kompas.id
Artikel dengan Tagar

Ekonomi Digital

Ekonomi ·
Memuat data...

Pandemi Covid-19 telah memunculkan banyak perubahan, mulai dari yang bersifat fundamental hingga perilaku.

Memuat data...

Menjadi kota inklusif salah satunya bisa diwujudkan dengan menyediakan tempat tinggal sehat bagi semua warganya. Gedung tinggi atau rumah tapak, keduanya berpotensi dikelola untuk memenuhi kebutuhan akan hunian publik.

Memuat data...

Investasi Jepang di Indonesia haruslah memberikan nilai tambah berganda bagi ekonomi Indonesia, bukan sekadar pasar, agar manfaat dapat dinikmati bersama secara berkelanjutan.

Memuat data...

Upaya menjadi kota berketahanan dihadapkan pada tantangan baru pandemi yang tak mudah ditaklukkan. Meski begitu, proses merangkul semua warga untuk beradaptasi terhadap berbagai guncangan dan tekanan wajib dilanjutkan.

Memuat data...

Penguasaan teknologi satelit dan peluncuran roket sangat diperlukan Indonesia yang berada di khatulistiwa sekaligus memiliki banyak pulau. Ini juga demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar luar negeri.

Memuat data...

Penataan sungai dengan menjaga keaslian bentang alamnya dan betonisasi terwujud di daerah aliran Sungai Pesanggrahan. Kini saatnya mencari titik temu, bukan mempertentangkan dua pendekatan penataan sungai itu.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 memukul perekonomian, tetapi sekaligus menciptakan momentum transformasi ekonomi. Upaya memulihkan ekonomi belaka tak lagi memadai.

Memuat data...

Di masa pandemi Covid-19, masyarakat ”dipaksa” untuk bertransformasi ke arah digital. Penggunaan layanan digital bisa dioptimalkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan memulihkan ekonomi nasional.

Memuat data...

Datangnya hari libur patut disyukuri. Tanggal merah berarti jeda dari semua rutinitas. Namun, wabah masih mencengkeram dan hujan deras makin sering datang. Ini alarm agar kita bijak memanfaatkan cuti besar pekan depan.

Memuat data...

Berbagai cara dilakukan generasi muda untuk merawat kecakapan berbahasa Indonesia. Merawat kecakapan berbahasa tak cukup sekadar mengetahui tata bahasa. Bahasa harus dinikmati oleh penggunanya.

Halaman 1