logo Kompas.id
RisetJahitan Harapan untuk...

Jahitan Harapan untuk Penerbangan dan Pariwisata

Tren kedatangan jumlah pesawat dan penumpang di Indonesia mengalami penurunan. Pandemi menjadi pukulan berat bagi bisnis penerbangan dan pariwisata. Mampukah kedua sektor ini bangkit?

Oleh
Budiawan Sidik A
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/e8dM7KyWozIcSZgvN6-OLsp5QJo=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F06%2F20190617_ENGLISH-TAJUK_D_web_1560779983.jpg
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Petugas sedang mempersiapkan penerbangan kembali pesawat Airbus A320 milik maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG3361 di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). Pesawat tanpa penumpang tersebut sebelumnya terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Dunia penerbangan masih dibayangi pandemi Covid-19 di pengujung tahun ini. Ketatnya aturan perjalanan udara di sejumlah negara, termasuk Indonesia, membuat banyak maskapai sepi penumpang dan merugi.

Indikasi ini terlihat dari tren kedatangan jumlah pesawat dan penumpang di Indonesia, baik untuk perjalanan domestik maupun luar negeri. Untuk penerbangan domestik, jumlah kedatangan pesawat anjlok lebih dari 60 persen pada 2020 dibandingkan dengan 2019 sehingga jumlah penumpang domestik pun turun hingga lebih dari 40 juta orang.

Editor:
Yohan Wahyu
Bagikan