logo Kompas.id
Politik & HukumDari Penjara, Literasi...

Dari Penjara, Literasi Pancasila Digaungkan

Mendekam di penjara bukan berarti pikiran ikut terpenjara. Lewat Perpustakaan Merah Putih, Lapas Kelas IIB Bengkulu menyediakan sarana literasi agar para penghuni dapat mengembangkan ide, menyusun rencana masa depan.

Oleh
Susana Rita
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/d432bGYUzRrMy-hKw0So3nqpeZI=/1024x471/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2FFoto-ANA-lapas-bengkulu_1637408486.jpeg
Kompas

Belasan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkulu tengah memanfaatkan waktu luang mereka untuk membaca di Perpustakaan Merah Putih, Kamis (18/11/2021).

Jika di Kuningan, Jakarta, ada gedung Merah Putih yang selama ini menjadi simbol utama gerakan/perlawanan terhadap korupsi di republik ini, kalau di Bengkulu, ada Perpustakaan Merah Putih. Meskipun memiliki nama yang sama, kondisi kedua bangunan tersebut jauh berbeda. Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdiri kokoh dengan 16 lantai, serta menjadi tempat beraktivitas bagi 1.351 pegawai.

Sementara Perpustakaan Merah Putih di Bengkulu itu hanya sebuah bangunan kecil seluas 3 meter x 4 meter persegi yang menempati salah satu sudut area berolahraga Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bengkulu yang berdiri di atas lahan seluas 52.134 meter persegi. Bangunannya pun berbahan dasar tripleks.

Editor:
Madina Nusrat
Bagikan