logo Kompas.id
Politik & HukumMasyarakat Sipil Desak Kejagung Segera Bentuk Penyidik ”Ad Hoc”

Masyarakat Sipil Desak Kejagung Segera Bentuk Penyidik ”Ad Hoc”

Masyarakat sipil mendesak Kejagung membentuk penyidik ad hoc penanganan pelanggaran HAM berat. Jika penyidik ad hoc terbentuk, hal ini akan mengikat Jaksa Agung guna memastikan penyidikan selesai dalam waktu tertentu.

Oleh DIAN DEWI PURNAMASARI/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Para aktivis HAM yang dimotori oleh Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menghadiri peringatan 13 Tahun Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Penuntasan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat dinilai jalan di tempat karena berkas penyelidikan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia selalu dikembalikan Kejaksaan Agung. Kelompok masyarakat sipil mendorong Kejagung lebih serius menangani kasus tersebut dengan membentuk tim penyidik ad hoc sesuai dengan Undang-Undang Pengadilan HAM.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid yang dihubungi, Selasa (11/5/2021), mengatakan, penuntasan kasus HAM berat yang menjadi janji pemerintah sangat dipengaruhi kehendak baik dari Jaksa Agung, DPR, maupun Presiden. Ketiganya memiliki peran signifikan yang menentukan jalan penyelesaian pelanggaran HAM berat melalui mekanisme pengadilan HAM ad hoc.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antony Lee
Bagikan
Memuat data..