logo Kompas.id
Politik & HukumPintu Masuk Koruptor Peroleh Hukuman Ringan

Pintu Masuk Koruptor Peroleh Hukuman Ringan

Komisi Pemberantasan Korupsi memandang peninjauan kembali seolah jadi pintu kemurahan memotong hukuman terpidana kasus korupsi. Di sisi lain, jumlah pengajuan PK oleh terpidana korupsi cenderung meningkat.

Oleh PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Suasana pelantikan lima hakim agung dan tiga hakim ad hoc oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak 2019 hingga September 2020, ada 23 koruptor yang memperoleh keringanan hukuman melalui peninjauan kembali (PK). Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah. Itu karena saat ini ada 53 pemohon PK terkait dengan perkara korupsi yang dulu ditangani KPK yang sedang menunggu putusan dari majelis hakim.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron melihat, PK seperti strategi baru bagi para koruptor untuk menerima putusan di pengadilan tingkat pertama dan tidak memproses upaya hukum biasa, yaitu banding dan kasasi. Mereka menunggu sampai inkracht, menjalani hukuman terlebih dulu, kemudian mengajukan PK.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antony Lee
Memuat data..