logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊGuru
Iklan

Guru

Konsepsi guru yang sarat makna, teredusir dalam sistem pendidikan nasional, sekadar tenaga kerja. Apabila kita percaya guru adalah pelaku utama transformasi pendidikan, derajat dan martabat guru harus diangkat.

Oleh
DONI KOESOEMA A
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/dCHiuttFkBTd4HGcpnP468a3u-s=/1024x1024/https%3A%2F%2Finr-production-content-bucket.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com%2FINR_PRODUCTION%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F06%2F16%2F9eb77533-9937-4437-bb3d-deeeefb52eb8_jpg.jpg

Guru merupakan pelaku penting dalam transformasi pendidikan nasional. Tanpanya, manusia Indonesia unggul, cerdas, tercerahkan, tidak akan tercapai. Sayangnya, sistem pendidikan kita gagal menempatkan posisi guru pada kedudukan yang seharusnya. Mengembalikan kemartabatan guru adalah conditio sine qua non bagi lahirnya manusia Indonesia unggul, cerdas, dan berkepribadian.

Apa persepsi dan imajinasi kita tentang guru? Sosok guru Oemar Bakrie seperti syair lagu klasik Iwan Fals? Orang tua yang gagap teknologi? Kita bisa teruskan imajinasi ini untuk mengenang para guru kita di seluruh Nusantara dengan berbagai kondisinya.

Editor:
YOVITA ARIKA
Bagikan