logo Kompas.id
OpiniJangan Surut, Transjakarta
Iklan

Jangan Surut, Transjakarta

Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus Transjakarta membuat publik tercengang sekaligus cemas. Perlu pembenahan segera dan menyeluruh.

Oleh
Redaksi
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/aPQZYFPEBb0ZZf4vbN34nafc4Us=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F12%2F10e41b61-80f3-4673-a18f-55276db5a0c9_jpg.jpg
KOMPAS/FRANSISKUS WISNU WARDHANA DANY

Suasana antrean pengisian bahan bakar gas di SPBG Coco Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (5/12/2021) malam. Tidak ada pengaturan tempat pengisian gas sesuai ukuran kendaraan.

Saat peluncuran pada 15 Januari 2004, Transjakarta diproyeksikan sebagai sistem angkutan umum dalam bingkai transportasi makro di Jakarta. Peluncuran bus Transjakarta, hampir 17 tahun lalu itu, diwarnai pro-kontra yang menghiasi wajah media massa.

Namun, meski publik belum sepenuhnya sepakat dengan ide manajemen transportasi busway, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Sutiyoso, tetap meluncurkan bus transjakarta jurusan Blok M-Stasiun Kota sepanjang 12,9 kilometer. Selain soal halte, jalur khusus, serta tangga penyeberangan yang belum sempurna, bus pengumpan dan tiketnya pun belum optimal. (Kompas, 15/1/2004).

Editor:
adiprinantyo
Bagikan