logo Kompas.id
OpiniKorupsi Politik
Iklan

Korupsi Politik

Dominasi parpol tanpa demokratisasi internal dalam parpol membuka jalan bagi oligarki politik yang membiakkan korupsi politik. Korupsi politik pada akhirnya bisa membusukkan institusi-institusi demokrasi.

Oleh
Yudi Latif
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/F4AHqqz6wTtJ-zqgFR5O3DqtjJE=/1024x1362/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2FYudi_1608691631.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Yudi Latif

Gerak laju perkembangan demokrasi dan reformasi birokrasi Indonesia mengalami dua hantaman sekaligus: penurunan Indeks Demokrasi dan Indeks Persepsi Korupsi. Dalam Indeks Demokrasi, menurut The Economist Intelligence Unit, skor Indonesia pada 2020 hanya  6,30 dari skala 0-10 yang merupakan skor terendah negara ini selama 14 tahun terakhir. Sementara  Indeks Persepsi Korupsi Indonesia melorot tiga poin dari 40 pada 2019 menjadi 37 pada 2020.

Ada banyak faktor yang secara simultan melahirkan fenomena tersebut. Satu hal yang patut ditekankan bahwa penurunan capaian Indonesia dalam kedua indeks tersebut sesungguhnya berkaitan. Gerak mundur dalam demokrasi dan pemberantasan korupsi mencerminkan kian menguatnya cengkeraman ”korupsi politik” di negeri ini.

Editor:
Antony Lee
Bagikan