logo kompas.id
Artikel dengan Tagar

Sambung Rasa

Opini ·
Memuat data...

Kita memerlukan semacam kekuatan spiritual untuk merekatkan kembali tenunan kewargaan yang robek. Politik harus dikembalikan ke pangkal pengertiannya sebagai seni mulia mengelola republik demi kebajikan kolektif.

Memuat data...

Menjelang berakhirnya otonomi khusus Papua, inilah saatnya pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta warga Papua dan Papua Barat membicarakan masa depan lebih baik.

Memuat data...

Algoritma menjadi juru ramal hebat karena ia tahu selera, kehendak, sentimen, serta hasrat manusia, lebih tahu dari manusia itu sendiri. Agenda urgen bangsa Indonesia adalah menyusun regulasi perlindungan data pribadi.

Memuat data...

Orang-orang dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung kurang mengembangkan prasangka terhadap perbedaan identitas ketimbang mereka yang berpendidikan lebih rendah.

Memuat data...

Jelang 100 tahun kemerdekaan pada 2045, Indonesia diyakini menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia. Disrupsi akibat wabah Covid-19 membuat banyak capaian beberapa dasawarsa terakhir menyusut.

Memuat data...

Sekiranya warga dan penyelenggara negara mampu menghayati dan mengamalkan pesan moral ibadah haji, kita memiliki modal kejiwaan yang kuat untuk memperbaiki kehidupan bersama.

Memuat data...

”Kalau kita ini tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, waduh, bahaya banget.” (Presiden Joko Widodo, Rapat Terbatas Kabinet tentang Serapan Anggaran, Kompas.com, 8/7/2020).

Memuat data...

Salah satu pelajaran penting yang bisa dipetik dari pandemi Covid-19 adalah signifikansi identitas nasional sebagai daya tahan negara-bangsa dalam menghadapi wabah dan krisis ikutannya.

Memuat data...

Dalam revitalisasi KPK, juga perlu membangun kembali kepemimpinan lembaga ini. Langkah itu sangat urgen mengingat kepemimpinan KPK makin kehilangan kepercayaan publik.

Memuat data...

Masyarakat sangat berharap pilkada segera kembali ke ”khitahnya” sebagai kontestasi yang menghasilkan tokoh-tokoh yang memuliakan kepentingan rakyat. Bukan berhala yang memproduksi petaka.

Halaman 1