logo Kompas.id
OlahragaTransformasi Teror ”The Flying...
Iklan

Transformasi Teror ”The Flying Dutchman”

Belanda mengalami transformasi bermain dari ”total football” yang menyerang nan menghibur menjadi lebih pragmatis. Namun, tidak berarti mereka bisa diremehkan.

Oleh
ADRIAN FAJRIANSYAH
· 6 menit baca
Pemain Belanda mengikuti sesi latihan di lapangan Qatar University, Doha, Qatar, Jumat (2/12/2022). Belanda akan menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia Qatar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Sabtu (3/12/2022),
AFP/ALBERTO PIZZOLI

Pemain Belanda mengikuti sesi latihan di lapangan Qatar University, Doha, Qatar, Jumat (2/12/2022). Belanda akan menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia Qatar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Sabtu (3/12/2022),

DOHA, JUMAT — Kisah kejayaan total football, taktik sepak bola menyerang nan menghibur yang lekat dengan Belanda, nyaris tak membekas dalam Piala Dunia Qatar 2022. Namun, bukan berarti ”Oranje” menjadi tim yang bisa diremehkan. Transformasi permainan Belanda yang lebih pragmatis justru menghadirkan teror bak The Flying Dutchman, dongeng kapal hantu yang mengancam tanpa terduga di tengah samudra.

Pola permainan itu akan tetap diusung Belanda menghadapi Amerika Serikat yang sulit ditebak dalam laga 16 besar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Sabtu (3/12/2022). ”Tentu, kami lebih suka bermain menyerang, menang 5-0 setiap laga, dan menjadi juara. Namun, mewujudkannya tidak sesederhana itu. Apalagi mula fase gugur, tidak penting lagi bagaimana cara untuk menang. Bahkan, jika perlu melalui penalti. Saya tidak keberatan menjadi juara dunia tanpa bermain indah,” ujar gelandang Belanda, Marten de Roon, seperti dilansir ESPN, Jumat (2/12/2022).

Editor:
JOHANES WASKITA UTAMA
Bagikan