logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊSenjata untuk Ukraina, Rumit...
Iklan

Senjata untuk Ukraina, Rumit sejak Pangkal

Pangkalan Udara Rzeszow di Polandia menjadi pusat pengumpulan pasokan senjata untuk Ukraina. Pada 2013-2015, setidaknya 300.000 senjata ringan standar militer di Ukraina hilang atau tidak terlacak keberadaannya.

Oleh
KRIS MADA DAN HARRY SUSILO DARI KYIV, UKRAINA
Β· 1 menit baca
Foto yang diambil pada 6 Maret 2022 ini memperlihatkan personel militer Amerika Serikat berdiri tidak jauh dari sistem persenjataan M142 HIMARS pada pameran industri pertahanan di Riyadh, Arab Saudi. HIMARS kini menjadi salah satu andalan militer Ukraina untuk mengimbangi serangan militer Rusia yang berniat menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut.
AFP/FAYEZ NURELDINE

Foto yang diambil pada 6 Maret 2022 ini memperlihatkan personel militer Amerika Serikat berdiri tidak jauh dari sistem persenjataan M142 HIMARS pada pameran industri pertahanan di Riyadh, Arab Saudi. HIMARS kini menjadi salah satu andalan militer Ukraina untuk mengimbangi serangan militer Rusia yang berniat menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut.

Sejak hari pertama hingga memasuki bulan keenam perang, berbagai pihak di dalam dan luar Ukraina mengeluhkan lambannya pasokan persenjataan. Korupsi dan penyelundupan senjata di Ukraina dituding menjadi salah satu pemicu lambannya pasokan itu. Di sisi lain, proses persetujuan pemberian senjata dari negara lain juga amat panjang sehingga Kyiv tidak segera menerima persenjataan yang dijanjikan.

Para pejabat di Kantor Kepresidenan Ukraina paling kerap mengeluhkan kekurangan persenjataan. Mantan Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat Valeriy Chaly menyebut bahwa pasokan senjata Washington dan sekutu serta mitranya belum bisa membuat Kyiv memenangi perang melawan Moskwa. Pasokan itu hanya cukup untuk sesekali membalas Rusia, belum sampai untuk menyerang balik dan merebut lagi wilayah yang diduduki Rusia.

Editor:
MUHAMMAD SAMSUL HADI, BONIFASIUS JOSIE SUSILO HARDIANTO
Bagikan