logo Kompas.id
EkonomiPerajin Tempe Diajak Kreatif...

Perajin Tempe Diajak Kreatif Manfaatkan Kacang Koro

Gejolak harga kedelai impor diprediksi akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Produsen tahu dan tempe dinilai perlu melirik bahan baku alternatif, seperti kacang koro, guna mengurangi ketergantungan impor.

Oleh
STEFANUS OSA TRIYATNA
· 1 menit baca
Festival Olahan Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/4/2022). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri) sedang memperhatikan Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga dari kiri) mencicipi makanan yang terbuat dari kacang koro.
ARSIP KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

Festival Olahan Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/4/2022). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri) sedang memperhatikan Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga dari kiri) mencicipi makanan yang terbuat dari kacang koro.

JAKARTA, KOMPAS — Gejolak harga kacang kedelai diprediksi berlanjut dan membayang-bayangi para produsen tempe dan tahu di Indonesia. Sebab, 95 persen kebutuhan kedelai nasional selama ini mesti dipenuhi dari impor, sementara 60 persen di antaranya diserap untuk produksi tempe dan tahu.

Oleh karena itu, pengembangan kacang koro sebagai bahan baku alternatif pengganti kedelai dinilai perlu terus didorong guna mengurangi ketergantungan tersebut. ”Kami kembangkan kacang koro sebagai substitusi kedelai impor,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki pada pembukaan Festival Olahan Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro di Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/4/2022).

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan