logo Kompas.id
EkonomiTambal Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat, PMN Rp 4,1 Triliun Disiapkan

Tambal Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat, PMN Rp 4,1 Triliun Disiapkan

PT KAI tidak akan bisa menanggung sendiri dana tambahan modal awal dan pembengkakan biaya proyek kereta cepat senilai total Rp 8,4 triliun. Saat ini, kondisi keuangan PT KAI turun drastis lantaran terimbas pandemi.

Oleh
Hendriyo Widi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Foto udara tempat pengecoran dan tiang jembatan yang sudah terangkai pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer ini adalah salah satu proyek strategis nasional. Pada pekan kedua Agustus 2021, progres pembangunan proyek ini sudah mencapai 77,9 persen.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah berencana menambal pembengkakan biaya atau cost overrun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung melalui pernyertaan modal negara senilai Rp 4,1 triliun. Dana negara itu akan digulirkan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2022.

Namun, penyaluran dana penyertaan modal negara (PMN) itu perlu disertai dengan audit karena sejak awal pemerintah telah menetapkan proyek itu tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan tidak mendapatkan jaminan dari pemerintah. Hal itu diatur dalam Pasal 4 Ayat (2) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung.

Editor:
M Fajar Marta
Bagikan