logo Kompas.id
EkonomiPenyertaan Modal Negara Rp 72,449 Triliun Bakal Bebani APBN 2022

Penyertaan Modal Negara Rp 72,449 Triliun Bakal Bebani APBN 2022

Di tengah kondisi krisis akibat pandemi ini, Kementerian BUMN diharapkan memiliki "sense of crisis". Masyarakat dan perusahan swasta selama ini lebih banyak berjuang sendiri mempertahankan hidup dan usahanya.

Oleh Hendriyo Widi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Seorang pedagang keliling melintasi pengerjaan proyek ruas tol seksi II Pamulang-Cinere di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/6/2021). Proyek pengerjaan proyek tol Serpong-Cinere baru usai terselesaikan untuk bagian seksi I yaitu Serpong-Pamulang. Untuk seksi II yaitu Pamulang-Cinere masih dalam pengerjaan dan progres proyek dan mencapai sekitar 80 persen pengerjaan dengan target usai pada Desember 2023.

JAKARTA, KOMPAS – Penyertaan modal negara bagi 12 badan usaha milik negara atau BUMN sebesar Rp 72,449 triliun dinilai akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2022. Kementerian BUMN diharapkan memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap krisis akibat pandemi Covid-19 dengan mengurangi atau bahkan menunda tambahan modal bagi sejumlah BUMN tersebut.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra PG Talattov mengatakan, dari sisi penerimaan dari sisi penerimaan, terutama pajak, APBN 2022 diperkiraan masih belum pulih. Adapun dari sisi belanja, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di sektor-sektor prioritas masih membutuhkan dana besar.

Editor: Aris Prasetyo
Bagikan
Memuat data..