logo Kompas.id
EkonomiILO: Krisis Ketenagakerjaan Masih Jauh dari Tuntas

ILO: Krisis Ketenagakerjaan Masih Jauh dari Tuntas

Pemulihan ekonomi yang tidak merata memperparah kesenjangan di dunia pascapandemi. Dibutuhkan kebijakan pemulihan yang berpusat pada manusia (”human centered recovery”). Tidak ada pemulihan tanpa pemulihan pekerjaan.

Oleh Agnes Theodora
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/AGUS SUSANTO

Badut Mickey Mouse berjalan gontai menunggu belas kasihan pengguna jalan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). Hasil kajian sejumlah lembaga memproyeksikan ledakan pengangguran. Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, misalnya, memproyeksikan jumlah penganggur secara nasional bertambah 4,25 juta orang menurut skenario ringan, 6,68 juta orang (skenario sedang), dan 9,35 juta orang (skenario berat).

JAKARTA, KOMPAS — Krisis pasar kerja akibat dampak Covid-19 dinilai masih jauh dari selesai. Kendati perekonomian global mulai menunjukkan tren pemulihan, dampaknya terhadap penciptaan kerja layak dipertanyakan. Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan setidaknya perlu waktu tiga tahun lagi untuk memulihkan dunia kerja dari dampak pandemi. 

Hal itu tertuang dalam laporan terbaru ILO, World Employment and Social Outlook: Trends 2021, yang dirilis pada Kamis (3/6/2021). Dalam paparannya, ILO memprediksi, tahun ini akan ada 75 juta defisit lapangan pekerjaan secara global. Kondisi itu baru akan mulai membaik pada 2022 dengan defisit lapangan kerja diproyeksi menurun ke angka 23 juta. 

Editor: Mukhamad Kurniawan
Bagikan
Memuat data..