logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanAkses Keadilan dan Pemulihan Korban Masih Jadi Tantangan

Akses Keadilan dan Pemulihan Korban Masih Jadi Tantangan

Hampir empat dekade Indonesia meratifikasi Konvensi CEDAW. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi hambatan. Sistem peradilan pidana hingga kini belum belum banyak merepons kepentingan korban.

Oleh SONYA HELLEN SINOMBOR
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/YOLA SASTRA

Aktivis perempuan yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan menggelar aksi diam dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di jalan depan Kantor DPRD Sumatera Barat, Padang, Sumbar, Senin (8/3/2021). Melalui tulisan di kertas karton, mereka menuntut pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual karena angka kekerasan seksual masih relatif tinggi, termasuk di Sumbar.

Tahun 2021 merupakan tahun ke-37 Indonesia meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984. Kendati telah berlangsung hampir empat dekade, implementasi CEDAW di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan besar.

Kuatnya budaya patriarki dan masih rendahnya kesadaran untuk menghapus praktik-praktik diskriminasi terhadap perempuan di segala bidang membuat perempuan di Tanah Air masih terus berada dalam lingkaran kekerasan. Praktik diskriminasi dan ketidakadilan terus menghambat berbagai upaya mewujudkan keadilan dan kesetaraan jender di Indonesia.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..