Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Kejahatan berbasis daring yang mengincar anak-anak sebagai korban terus terjadi pada masa pandemi Covid-19. Media sosial menjadi pintu masuk kejahatan. Pengawasan terhadap anak sangat penting untuk melindungi mereka.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 menghadirkan gangguan mental pada masyarakat. Pembatasan jarak dan isolasi sosial, resesi ekonomi, stres, dan sebagainya memengaruhi psikologis masyarakat yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Memuat data...

Perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum masih kerap menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan memiliki perspektif jender saat mengadili kasus perempuan dan anak.

Memuat data...

Perjuangan Kartini semenjak tahun 1800-an untuk membebaskan perempuan dari berbagai penjajahan demi mewujudkan kesetaraan jender, masih relevan hingga saat ini. Sebab budaya patriarki masih menghambat kemajuan perempuan.

Memuat data...

Perempuan dan anak dapat berada dalam tiga posisi pusaran terorisme, yakni sebagai kelompok rentan terpapar, sebagai korban, dan sebagai pelaku. Penyebabnya, antara lain, budaya patriarki, ekonomi, dan akses informasi.

Memuat data...

Anak penyandang disabilitas kerap disembunyikan keluarga sehingga mereka tidak mendapat pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial. Perlu ada upaya semua pihak untuk mengubah paradigma masyarakat terkait disabilitas.

Memuat data...

Posisi perempuan kepala desa dinilai sangat strategis. Mereka diharapkan lebih memiliki kepekaan dan mengerti kebutuhan khusus perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Memuat data...

Situasi pandemi Covid-19 memperberat beban kaum perempuan di Tanah Air. Sebagian perempuan membutuhkan dukungan saat menghadapi berbagai kekerasan berlapis selama pandemi.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi perempuan-perempuan di Indonesia. Meski demikian, sejumlah perempuan membutuhkan dukungan ketika menghadapi berbagai kekerasan berlapis selama pandemi.

Memuat data...

Kekerasan Seksual hingga kini menjadi fenomena gunung es. Maka, kehadiran Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual semakin mendesak, menyusul meningkatnya kasus kekerasan seksual di tengah masyarakat.

Halaman 1