logo Kompas.id
β€Ί
Wirausahaβ€ΊPelaku Usaha Didorong Masuk ke...

Pelaku Usaha Didorong Masuk ke Ekosistem Digital

Bank Indonesia dan sejumlah kementerian menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia 2022 guna membangkitkan UMKM yang terpuruk akibat pandemi. Para pelaku UMKM juga didorong masuk ke ekosistem digital.

Oleh
BENEDIKTUS KRISNA YOGATAMA
Β· 1 menit baca
Aktivitas produksi mi segar di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bakmi Karya Abadi di Sudimara Timur, Kota Tangerang, Banten, Minggu (8/5/2022). Mi segar produksi UMKM tersebut dijual mulai dari Rp 18.000 per kilogram hingga 24.000 per kilogram tergantung jumlah telur yang digunakan dalam adonan.
KOMPAS/PRIYOMBODO

Aktivitas produksi mi segar di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bakmi Karya Abadi di Sudimara Timur, Kota Tangerang, Banten, Minggu (8/5/2022). Mi segar produksi UMKM tersebut dijual mulai dari Rp 18.000 per kilogram hingga 24.000 per kilogram tergantung jumlah telur yang digunakan dalam adonan.

JAKARTA, KOMPAS β€” Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dinilai perlu masuk ke ekosistem digital agar dapat menjangkau akses pasar yang lebih luas sekaligus bangkit dari keterpurukan karena pandemi Covid-19. Selain itu, pelaku UMKM juga bisa menyasar pasar generasi milenial dan generasi Z yang kini lebih banyak berbelanja secara daring.

Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba menjelaskan, pelaku UMKM bisa masuk ke dalam ekosistem digital untuk mengangkat kembali penjualannya. Dengan masuk ke ekosistem digital, mereka tidak hanya bisa berjualan secara daring, tetapi juga bisa memperluas akses pasarnya.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan