logo Kompas.id
โ€บ
Risetโ€บMenguji Kemampuan EBT dan...
Iklan

Menguji Kemampuan EBT dan Nuklir dalam Mereduksi Emisi Karbon

PLTN signifikan secara statistik mereduksi emisi karbon di negara kawasan BRICS dan Meksiko. Formulasi bauran energi di negara tersebut dapat menjadi acuan negara lain dalam menekan emisi karbon.

Oleh
Budiawan Sidik A
ยท 1 menit baca
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah, reaktor nuklir pertama di dunia Arab, berlokasi di wilayah Gharbiya, kawasan pantai sebelah barat Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dalam foto yang diperoleh dari kantor media PLTN Barakah, 13 Februari 2020.
AFP/BARAKAH NUCLEAR POWER PLANT

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah, reaktor nuklir pertama di dunia Arab, berlokasi di wilayah Gharbiya, kawasan pantai sebelah barat Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dalam foto yang diperoleh dari kantor media PLTN Barakah, 13 Februari 2020.

โ€Energi terbarukan dan nuklir menjadi alternatif solusi energi yang dapat menjamin keberlangsungan ekonomi dunia tanpa harus mendegradasi kualitas lingkungan. Sejauh mana kemampuan EBT dan nuklir dalam mereduksi emisi karbon?

Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pada 2050 konsumsi energi dunia berwujud elektrifikasi akan melonjak hingga 68 persen. Sebanyak 96 persen sumber pembangkitnya akan bertumpu dari energi ramah lingkungan. Lima terbesar di antaranya pembangkit listrik tenaga bayu dengan produksi energi sebesar 24 persen, tenaga surya 23 persen, tenaga nuklir 16 persen, pembangkit bioenergi 10 persen, dan tenaga air 8 persen.

Editor:
ANDREAS YOGA PRASETYO
Bagikan