logo Kompas.id
OpiniSaatnya ASEAN Keras terhadap...
Iklan

Saatnya ASEAN Keras terhadap Myanmar

Dunia tengah menanti tindakan lebih tegas dan lebih keras ASEAN terhadap junta militer Myanmar. Tanpa tindakan tegas dan keras itu, junta akan kian sewenang-wenang.

Oleh
Redaksi
· 1 menit baca
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi (tengah) dan Menlu kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof (kanan) menyimak saat Menlu Kamboja Prak Sokhonn (kiri) berbicara pada pertemuan dengan Komisi HAM Antar-Pemerintahan ASEAN dalam rangkaian Pertemuan Para Menlu ASEAN ke-55 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (2/8/2022).
AFP/TANG CHHIN SOTHY

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi (tengah) dan Menlu kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof (kanan) menyimak saat Menlu Kamboja Prak Sokhonn (kiri) berbicara pada pertemuan dengan Komisi HAM Antar-Pemerintahan ASEAN dalam rangkaian Pertemuan Para Menlu ASEAN ke-55 di Phnom Penh, Kamboja, Selasa (2/8/2022).

Pekan ini, para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN dan negara-negara mitra wicara berkumpul di Phnom Penh, Kamboja, guna mengikuti Pertemuan Para Menlu ASEAN (AMM). Pertemuan itu juga diikuti oleh sejumlah menlu negara-negara kekuatan utama dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Banyak isu—mulai dari isu kawasan hingga isu global—akan dibahas. Namun, dari sekian isu yang ada, paling mendesak dan butuh perhatian serius adalah krisis politik di Myanmar. Sejak ASEAN menyepakati lima poin konsensus, guna menyelesaikan krisis pascakudeta militer 1 Februari 2021, tak ada kemajuan sama sekali dalam implementasi poin-poin kesepakatan tersebut.

Editor:
PAULUS TRI AGUNG KRISTANTO, MUHAMMAD SAMSUL HADI
Bagikan