logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

PM Jepang Yoshihide Suga menggarisbawahi pentingnya posisi Indonesia bagi Jepang dalam menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Hal itu disampaikan Suga dalam wawancara khusus secara tertulis dengan ”Kompas”.

Memuat data...

Dalam peralihan rantai pasok global, regional Asia memiliki potensi tinggi ditinjau dari faktor kedekatan geografis. Sebab, ekosistem manufaktur bisa menekan biaya logistik.

Memuat data...

In the midst of the Covid-19 pandemic, Japanese Prime Minister Yoshihide Suga is visiting two Southeast Asian countries, namely Indonesia and Vietnam.

Memuat data...

ASEAN sebagai pusat ekonomi Asia Tenggara dan Asia Pasifik bersama para mitra eksternal ASEAN memiliki tantangan bersama untuk menghidupkan dan mengupayakan berjalannya rantai pasok regional yang efektif.

Memuat data...

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memilih Indonesia sebagai salah satu negara yang pertama kali dikunjungi setelah menjabat PM. Sebelum tiba di Jakarta, PM Suga memberi kesempatan wawancara tertulis kepada ”Kompas”.

Memuat data...

Yoshihide Suga memilih Vietnam sebagai negara pertama yang dikunjungi sebagai perdana menteri. Hal itu menandakan pentingnya Vietnam bagi Jepang di ASEAN.

Memuat data...

Quad, aliansi empat negara - yakni Jepang, AS, Australia dan India - sedang mendekati negara-negara ASEAN, untuk ikut menghadang pengaruh China di Indo-Pasifik.

Memuat data...

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence di berbagai bidang berpotensi memberikan nilai tambah 1 triliun dollar Amerika Serikat terhadap produk domestik bruto Asia Tenggara pada 2030.

Memuat data...

Jepang tengah menggodok pencabutan larangan perjalanan ke 11 negara, antara lain ke China, Taiwan, Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, dan Malaysia.

Memuat data...

Indonesia sebagai poros maritim dunia dan yang “dituakan” dalam komunitas ASEAN, sudah selayaknya memainkan smart maritime diplomacy dengan mengedepankan diplomasi maritim kooperatif dan diplomasi maritim persuasif.

Halaman 1