logo Kompas.id
โ€บ
Opiniโ€บMuhibah Kebudayaan Berhenti di...

Muhibah Kebudayaan Berhenti di Pabrik Pupuk

Harapannya, ruang ini akan menjadi situs estetik yang mendaur ulang kekerasan dan kelelahan kerja industri menjadi nilai-nilai humanisme transendental.

Oleh
PUTU FAJAR ARCANA
ยท 1 menit baca
Putu Fajar Arcana, wartawan senior <i>Kompas</i>
Kompas

Putu Fajar Arcana, wartawan senior Kompas

Perjalanan dari Samarinda menuju Bontang, yang jaraknya hanya sekitar 125 kilometer, harus ditempuh dalam waktu lebih dari 2,5 jam, bahkan bisa 3 jam! Lebih celaka lagi kalau perjalanan dimulai dari Balikpapan, kau bisa terlunta-lunta di jalan sampai 7 jam! Rombongan seniman yang dipimpin Butet Kartaredjasa merasakan โ€siksaanโ€ itu dari atas bus, yang terseok-seok melaju lantaran jalan tak pernah rata. (Asal tahu, karena alasan kesehatan, Butet tidak ikut dalam rombongan dalam bus. Ia diterbangkan dengan pesawat dari Balikpapan ke Bontang. Sialnya bagi seniman lain karena kapasitas pesawatnya terbatas!).

Pelukis kondang seperti Putu Sutawijaya dan penyair kenamaan Joko Pinurbo, yang tak kuasa menahan keinginan berkemih, menjerit-jerit dari atas bus. Putu bahkan berkata, โ€Ini di dalam celana sudah mau meledak!โ€ Tetapi, lantaran tak ada perhentian di pinggir jalan, sopir bus terus melajukan kendaraan. Bus kembali terseok-seok, selain karena jalanan berlubang, jalur ini juga sangat padat oleh kendaraan-kendaraan besar dengan muatan yang berat.

Editor:
SARIE FEBRIANE
Bagikan