logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Bebas Akses

Pelajaran Menulis!

Opini ·
Memuat data...

”Kamu telah memberi pelajaran penting kepada guru bahasa Indonesia tentang kejujuran, karena menulis itu bukan hanya memindahkan pengalaman, tetapi juga tentang sikap hidup....”

Roti Penawar Nasib

Opini ·
Memuat data...

Roti kini mudah ditemui di mana saja. Meski begitu, roti tetap dianggap sebagai penganan saja. Ia tak kunjung bergerak jadi makanan pokok rakyat sebagaimana menjadi kebiasaan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Memuat data...

Puisi adalah peristiwa batiniah. Larik-lariknya mengantarkanmu pada kedalaman imajinasi, yang akan menjadi bahan bakar bagi seluruh kreativitas yang tumbuh di dalam dirimu.

Memuat data...

Dulu, es ganefo menjadi tiket anak-anak Bali untuk masuk bioskop. Waktu itu, bioskop menjadi ruang baru yang meminggirkan permusuhan. Dan hari-hari ini, kita merindukan kehadiran gedung bioskop kembali. Sungguh.

Memuat data...

Singkong kini lahir jadi pangan klangenan, semacam makanan yang dibutuhkan untuk memicu kenangan pahit di masa-masa sulit.

Memuat data...

Kumpulan esai kebudayaan ePILOG (2020) karya Putu Fajar Arcana memaknai peristiwa sederhana untuk menggambarkan masalah kemanusiaan.

Memuat data...

Nadjmi bercita-cita, Banjarbaru dihiasi galeri-galeri seni. Ia juga ingin Banjarbaru menjadi kota puisi, kota yang ramah kepada para seniman. Namun, kabar duka keburu datang sebelum cita-citanya terlaksana.

Memuat data...

Mengapa rakyat Bali melawan keras rencana reklamasi Teluk Benoa? Penolakan itu tidaklah berarti kebencian terhadap modal. Namun, penumpukan modal dan pencemaran wilayah suci di selatan kian tak bisa ditoleransi.

Memuat data...

Arie Smit dan pelukis lain barangkali melukis pohon banyan tidak sekadar memperlakukannya sebagai obyek artistik. Pohon banyan telah menjelma sebagai sikap hidup, satu sikap rendah hati di hadapan kuasa semesta.

Memuat data...

Sajak-sajakmu, Sapardi, seperti kelepak sayap kata yang menggugurkan bunga-bunga, dan hinggap di hati pencintamu. Usiamu akan berjalan terus, sebagaimana pula sajak-sajakmu yang terus membuat perhitungan, kini dan nanti.

Halaman 1