logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Singkong kini lahir jadi pangan klangenan, semacam makanan yang dibutuhkan untuk memicu kenangan pahit di masa-masa sulit.

Memuat data...

Kumpulan esai kebudayaan ePILOG (2020) karya Putu Fajar Arcana memaknai peristiwa sederhana untuk menggambarkan masalah kemanusiaan.

Memuat data...

Mengapa rakyat Bali melawan keras rencana reklamasi Teluk Benoa? Penolakan itu tidaklah berarti kebencian terhadap modal. Namun, penumpukan modal dan pencemaran wilayah suci di selatan kian tak bisa ditoleransi.

Memuat data...

Arie Smit dan pelukis lain barangkali melukis pohon banyan tidak sekadar memperlakukannya sebagai obyek artistik. Pohon banyan telah menjelma sebagai sikap hidup, satu sikap rendah hati di hadapan kuasa semesta.

Memuat data...

Sajak-sajakmu, Sapardi, seperti kelepak sayap kata yang menggugurkan bunga-bunga, dan hinggap di hati pencintamu. Usiamu akan berjalan terus, sebagaimana pula sajak-sajakmu yang terus membuat perhitungan, kini dan nanti.

Memuat data...

Garuda, simbol pembebasan perbudakan material dan spiritual. Proclamation of Emancipation menjadi tonggak penghapusan perbudakan di Amerika. Seharusnya, siapa pun tak perlu lagi menjadi budak Amerika, begitu bukan?

Memuat data...

Donat dengan lubang di tengahnya bisa diinterpretasikan sebagai ruang imajinatif yang pernah menyelamatkan nyawa ratusan orang dari amukan badai. Kini, ia menjadi ”penyelamat” ekonomi keluarga di tengah badai pandemi.

Memuat data...

Tak berapa lama, Frans datang dan menyodorkan uang Rp 50.000 serta sebuah mesin ketik tua, warisan dari mertuanya. Apa yang harus kukatakan dalam situasi seperti ini, kecuali air mata yang merembes. Pipiku terasa hangat.

Memuat data...

Eksistensi para penyair sedang terancam. Poem Generator yang didesain Google bisa membuat puisi ”hanya” dalam tiga langkah. Apalah artinya menempuh jalan sunyi menjadi penyair jika demikian keadaannya?

Memuat data...

”Tolong pergi ke Pura Dalem, matur sisip,” bisik bapak kepada Ibu. ”Bapak salah apa, Bu?” tanyaku lugu. ”Bapak telah menggadai nyawa untuk pertunjukan Calon Arang itu,” kata ibu. ”Sekarang nyawa itu harus ditebus.”

Halaman 1