logo Kompas.id
OpiniGuru, Riwayatmu Kini

Guru, Riwayatmu Kini

Di masa pandemi, muncul kekhawatiran ketika kualitas pembelajaran secara daring merosot dan peran guru perlahan makin digeser oleh daya pikat “penutur kisah digital” seperti ”influencer” atau youtuber.

Oleh
Idi SUbandy Ibrahim
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ

Idi Subandy Ibrahim

Beberapa abad lalu, Andrew Fletcher, seorang patriot, menulis, ”Jika seseorang diizinkan menulis semua balada, orang tidak perlu peduli siapa yang harus membuat hukum sebuah bangsa.” George Gerbner, seorang pakar komunikasi, menyebut selama lima puluh tahun terakhir, pekerjaan menulis balada atau cerita telah bergeser dari orangtua, sekolah (guru), komunitas, gereja, dan negara, ke industri televisi yang digerakkan oleh konglomerat perusahaan dengan produk untuk dijual.

Menurut Gerbner, transformasi budaya tersebut telah mengubah cara anak-anak disosialisasikan, dan mengubah banyak hal yang membentuk cara masyarakat kita diperintah. Singkatnya, telah mengubah cara kita hidup. Gerbner menulis ketika televisi sedang mendominasi waktu luang dan jauh sebelum revolusi digital dan media sosial membentuk ”ruang belajar” dan ”ruang sosialisasi” anak-anak seperti di masa Pandemi Covid-19.

Editor:
Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan