logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊEkonomi Kreatif di Tengah...
Iklan

Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi

Meski potensinya sangat besar, daya saing ekonomi kreatif Indonesia masih lemah dibanding negara ASEAN lain. Rendahnya kemampuan SDM dalam transfer teknologi dan kreativitas membuat pertumbuhannya belum optimal.

Oleh
Redaksi
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/S0CkHw4R888fgKMluuh9DDwADzY=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F37aa353e-de6e-447b-9d3b-7d2fde802559_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Penjaga gerai merapikan sepatu kanvas merk lokal yang dipamerkan pada ajang Pameran Sepatu "Sneakers Brand Lokal" di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, 30 April 2021.

Dengan kurva kasus harian Covid-19 yang kembali melonjak, prospek pemulihan cepat sektor ekonomi kreatif dan perekonomian nasional kembali terancam.

Kontraksi di sektor penyumbang signifikan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan ekspor ini diperkirakan masih berlanjut di 2021 (Kompas.id, 27/6/2021). Kita dipaksa beradaptasi cepat. Kebijakan strategi industri kreatif yang berkelanjutan di tengah pandemi yang belum jelas kapan berakhir menjadi pilihan yang tak bisa ditawar-tawar.

Editor:
A Tomy Trinugroho
Bagikan