logo Kompas.id
OlahragaKontroversi Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Ikon PON Papua

Kontroversi Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Ikon PON Papua

Terkait kontroversi penunjukan artis Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon PON Papua, Panitia Besar PON diminta responsif membendung isu itu agar tak melebar. Mereka pun diminta menghindari isu sensitif lainnya.

Oleh ADRIAN FAJRIANSYAH, FABIO MARIA LOPES COSTA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Ketua II Panitia Besar (PB) PON Papua Roi Letlora, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman, pesepak bola asal Papua Boaz Solossa, dan Sekretaris Umum PB PON Papua Ellia I Loupatty (dari kiri ke kanan) seusai konferensi pers mengenai persiapan PON Papua di Jakarta, Kamis (29/4/2021). PB PON XX Papua berusaha menenangkan publik bahwa kondisi Papua tidak mencekam. Bahkan, mereka berani menjamin Papua sangat aman untuk menyelenggarakan ajang empat tahunan yang telah tertunda setahun karena pandemi Covid-19 tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — Jelang pelaksanaan pada 2-15 Oktober 2021, persiapan Pekan Olahraga Nasional Ke-20 di Papua kembali diterpa isu negatif. Setelah isu keamanan, pencairan anggaran yang molor, dan penolakan dua daerah tuan rumah, PON Papua dilanda isu kontroversi terkait pemilihan ikon PON. Sejumlah pihak berharap, Panitia Besar PON Papua lebih bijaksana untuk menghindari kebijakan yang bisa memancing pro-kontra agar persiapan PON tetap fokus dan optimal.

Publik dihebohkan dengan isu penetapan pasangan artis nasional sebagai ikon PON Papua, yakni Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sebagian masyarakat sepakat karena Nagita dan Raffi adalah influencer atau figur publik yang memiliki jumlah penggemar besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengangkat pamor PON Papua ke semua lapisan masyarakat. Sebagian lain menilai Nagita dan Raffi tidak merepresentasikan orang Papua sehingga tidak tepat menjadi ikon PON Papua.

Editor: Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan
Memuat data..