logo Kompas.id
NusantaraPerjuangan Sangihe Melawan Tambang Berlanjut di PTUN Jakarta Pusat

Perjuangan Sangihe Melawan Tambang Berlanjut di PTUN Jakarta Pusat

Perjuangan warga Sangihe menolak kehadiran PT Tambang Mas Sangihe yang menguasai kontrak karya 57 persen dari luas pulau kecil itu berlanjut di PTUN Jakarta Pusat. Aktivitas tambang terbukti mulai merugikan warga.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Sebuah spanduk penolakan terhadap PT Tambang Mas Sangihe berdiri di jalan lintas Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu (7/8/2021). Spanduk itu dipasang di berbagai tempat oleh gerakan Save Sangihe Island.

MANADO, KOMPAS — Perjuangan warga Sangihe untuk menolak kehadiran PT Tambang Mas Sangihe yang menguasai kontrak karya 57 persen dari luas pulau kecil itu berlanjut di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Pusat. Mereka mengatakan, kehadiran perusahaan terbukti mulai mengganggu kehidupan masyarakat, salah satunya dalam pasokan air bersih.

Dihubungi dari Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/1/2022), salah satu perwakilan aliansi Save Sangihe Island (SSI), Revoldi Koleangan, mengatakan, para saksi dari kalangan warga Sangihe diperiksa di PTUN Jakarta, Kamis (13/1/2022). Sidang itu dihadiri kuasa hukum dari pihak warga dan PT TMS, sementara kuasa hukum Menteri ESDM Arifin Tasrif sebagai tergugat utama tidak hadir.

Editor:
Agnes Pandia
Bagikan