logo Kompas.id
MetropolitanMelihat Konteks Fungsi Sumur Resapan di Ibu Kota

Melihat Konteks Fungsi Sumur Resapan di Ibu Kota

Konsep sumur resapan di Jakarta sudah ada sejak 1996 ketika Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Jepang untuk membangun sistem tata air Ibu Kota.

Oleh Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Nidya Husna menunjukkan cara mengalirkan air hujan dari talang ke salah satu sumur resapan (dicat oranye) di halaman kantor kelurahan, Senin (1/3/2021). Sumur ini dibangun pada 2020 karena Srengseng Sawah terpilih sebagai salah satu wilayah proyek rintisan sumur resapan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat 1,8 juta sumur resapan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya banjir dan genangan air terus berjalan di sejumlah titik. Di tempat-tempat yang telah membangun sumur secara swadaya, efeknya mulai dirasakan dalam bentuk membantu mengurangi genangan secara lebih cepat ketika hujan telah selesai.

Jumlah pasti sumur resapan yang telah dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta masih dihitung. Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta laporan terperinci segera diserahkan kepada mereka agar pengalokasian anggaran untuk sumur resapan di tahun 2021 bisa segera dibahas. Di dalamnya harus menjelaskan lokasi pembangunan sumur dan alasan pemilihan tempat tersebut. Sejauh ini, anggaran yang telah disetujui sejak 2017 adalah Rp 300 miliar.

Editor: Neli Triana
Bagikan
Memuat data..