logo Kompas.id
MetropolitanMeninjau Niat DKI Jakarta Ubah...
Iklan

Meninjau Niat DKI Jakarta Ubah Program Jangka Menengah

Perubahan rencana pembangunan dimungkinkan jika ada isu darurat. Yang terpenting ialah keterbukaan informasi kepada publik. Latar belakang dan pergeseran alokasi dana harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Oleh
Laraswati Ariadne Anwar
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/WxBE9aXjBQx8-7Np_4Ihskree8I=/1024x629/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F12%2F20201117RAD02_1606835159.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, KOMPAS — Niat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD 2017-2022 menuai polemik di masyarakat. Salah satu isu yang dikritisi ialah dugaan Pemprov DKI hendak menghapus program penanganan banjir di Ibu Kota. Meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyangkal hal tersebut, masih banyak aspek dari RPJMD sekarang dan rancangan perubahannya yang ditanggapi sebagian pihak dengan skeptis.

”Pembenahan banjir masih terus dijalankan. Keterangannya ada di Bab IV atau halaman 79 naskah perubahan RPJMD 2017-2022,” kata Anies ketika dihubungi, Rabu (10/2/2021). Ia berpendapat polemik akibat kesimpangsiuran isu tersebut tidak sehat dan mengakibatkan polarisasi yang tidak perlu di masyarakat.

Editor:
nelitriana
Bagikan