logo Kompas.id
HumanioraIroni Proyeksi Iklim Exxon
Iklan

Ironi Proyeksi Iklim Exxon

Exxon, salah satu perusahaan minyak terbesar, secara akurat telah memperkirakan kenaikan suhu global akibat perubahan iklim sejak tahun 1970-an. Di sisi lain, perusahaan ini dikenal getol menentang sains terkait iklim.

Oleh
AHMAD ARIF
· 4 menit baca
Para aktivis Extinction Rebellion Indonesia menggelindingkan miniatur Bumi bertuliskan "G20" Kills di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (13/11/2022). Gerakan Extinction Rebellion Indonesia menggelar aksi untuk menyuarakan urgensi mitigasi krisis iklim di tengah penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Aksi ini merupakan bagian dari agenda Rebellion Week yang berlangsung pada 12-17 November 2022.
ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Para aktivis Extinction Rebellion Indonesia menggelindingkan miniatur Bumi bertuliskan "G20" Kills di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (13/11/2022). Gerakan Extinction Rebellion Indonesia menggelar aksi untuk menyuarakan urgensi mitigasi krisis iklim di tengah penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Aksi ini merupakan bagian dari agenda Rebellion Week yang berlangsung pada 12-17 November 2022.

ExxonMobil, salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, secara akurat telah memperkirakan kenaikan suhu global akibat perubahan iklim sejak tahun 1970-an bakal mencapai 0,2 derajat celsius per dekade. Proyeksi saintis dari Exxon bahkan lebih akurat dibandingkan analisis peneliti dari National Aeronautics and Space Administration.

Pada tahun 2015, jurnalis di InsideClimate News menemukan bahwa Exxon telah mengetahui perubahan iklim sejak Juli 1977, ketika ilmuwan senior perusahaan ini, James Black, mulai menyampaikan pesan tentang topik tersebut kepada manajemen. Selain mewawancarai mantan karyawan Exxon, jurnalis ini juga menganalisis ratusan halaman dokumen internal perusahaan.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan