logo Kompas.id
HumanioraPeluang Penelitian Sejarah dan...
Iklan

Peluang Penelitian Sejarah dan Budaya dari Dewi Durga

Sebagian praktik budaya dan spiritual masyarakat saat ini dinilai berkaitan dengan pemujaan Dewi Durga yang telah dikenal masyarakat masa lampau selama sekitar 700 tahun.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
· 4 menit baca
Pemuka agama Hindu melakukan ritual di depan berhala Dewi Durga pada rangkaian prosesi festival Durga Puja di Kolkata, India, Senin (11/10/2021).
DS

Pemuka agama Hindu melakukan ritual di depan berhala Dewi Durga pada rangkaian prosesi festival Durga Puja di Kolkata, India, Senin (11/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Kepercayaan terhadap Dewi Durga, salah satu dewi dalam ajaran Hindu, masih ditemukan dalam beragam praktik spiritual dan budaya Indonesia masa kini. Keragaman praktik, tafsir, hingga visualisasi Dewi Durga dinilai dapat menjadi peluang penelitian sejarah dan budaya baru.

Hal ini mengemuka pada simposium Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2022 yang berlangsung secara daring, Jumat (25/11/2022). BWCF tahun ini bertema ”Membaca Ulang Pemikiran Hariani Santiko (1940-2021): Durga di Jawa, Bali, dan India”. Tema ini diadaptasi dari disertasi arkeolog Hariani berjudul Kedudukan Batari Durga di Jawa pada Abad X-XV Masehi pada 1987.

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan